Gravitasi dan Gradien Gravitasi

Beberapa waktu yang lalu ada teman geologist yang menanyakan soal Second Vertical Derivative (SVD) dari data gravitasi di mailing-list HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia). Apakah peta anomali gravitasi hasil SVD dapat digunakan untuk memperkirakan basin atau cekungan sedimen yang biasanya menjadi “sasaran” eksplorasi hidrokarbon? Berikut kurang-lebih jawaban dan penjelasannya.

Sebagaimana diketahui, besaran anomali gravitasi berbanding terbalik dengan jarak kuadrat (r^2) ke sumber (benda) penyebab anomali tsb. Secara umum, jika anomali gravitasi diturunkan terhadap jarak, dalam hal ini komponen vertikalnya (z) maka akan diperoleh anomali yang berasosiasi dengan sumber pada kedalaman dangkal (r atau z kecil). Sementara itu anomali akibat sumber pada kedalaman besar menjadi ter-atenuasi. Terlebih lagi jika anomali gravitasi diturunkan terhadap z dua kali seperti pada SVD.

Untuk anomali gravitasi akibat cekungan sedimen sederhana berbentuk prisma, turunan vertikal pertama (First Vertical Derivative atau FVD), SVD dan magnitude turunan horisontal total (Horizontal Gradient Magnitude atau HGM) digambarkan pada ilustrasi berikut ini.

gravity_1

Secara visual, FVD lebih mempertegas bentuk atau batas benda anomali. Namun jika diperhatikan pada batas benda anomali terdapat perubahan “polaritas” harga gradien. Di sisi harga anomali positif gradien akan meningkat terlebih dahulu lalu di sisi anomali negatif gradien berharga negatif cukup besar. Hal ini lebih terlihat pada SVD dimana terdapat gradien positif cukup besar (warna merah) di luar benda anomali dan juga gradien negatif cukup besar (warna biru) di bagian dalam benda anomali. Pada batas anomali, besaran HGM mencapai harga maksimum positif (warna merah) yang dikelilingi harga minimum (warna biru). Penggambaran pola berbagai besaran yg diturunkan dari gradien tsb. mungkin akan lebih terlihat pada profil yg memotong benda anomali (akan dibahas kemudian).

Delineasi cekungan sedimen menggunakan SVD tidak mudah.┬áKomplikasi akan muncul jika anomali gravitasi tidak ditimbulkan oleh benda tunggal seperti pada kebanyakan data gravitasi lapangan karena banyak anomali yang akan saling tumpang-tindih (overlap). Selain itu, proses untuk menghasilkan FVD dan SVD akan memperkuat (meng-enhance) anomali dengan frekuensi spasial tinggi termasuk noise. Oleh karenanya, peta anomali gravitasi hasil FVD apalagi SVD akan tampak lebih “rumit” atau noisy sehingga interpretasi kualitatif terhadapnya harus dilakukan secara sangat hati-hati. Contoh hasil SVD data riil mudah-mudahan nanti bisa menyusul…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!