Konsep pengukuran geolistrik

Pengukuran geolistrik pada medium sembarang menghasilkan harga resistivitas-semu (apparent resistivity) yg merupakan semacam perataan resistivitas medium di sekitar tempat pengukuran. Pengukuran semacam ini tidak memberikan informasi yg berarti jika hanya dilakukan di satu titik saja. Oleh karena itu pengukuran perlu dilakukan pada sejumlah titik (misalnya pada suatu lintasan atau tersebar di suatu area) secara konsisten dan sistematik. Perlunya pengukuran konsisten dan sistematik disini, yaitu menggunakan konfigurasi elektroda (jarak antar elektroda) yg tetap, adalah supaya hasil pengukuran dapat dibandingkan antara satu dengan yg lain.

Pengukuran geolistrik sederhana yg hanya menghasilkan harga resistivitas-semu, hanya dapat memberikan informasi secara relatif atau kualitatif daerah mana yg lebih konduktif atau lebih resistif. Sebagaimana diilustrasikan pada gambar di bawah ini, kita ketahui bahwa terdapat diskontinuitas resistivitas antara bagian kiri profil yg lebih resistif dibandingkan dg bagian kanan pofil yg lebih konduktif.

Untuk pengukuran yg hanya dilakukan di permukaan, hasilnya sudah cukup informatif karena menyangkut sesuatu di bawah-permukaan meskipun hanya bersifat relatif / kualitatif. Perlu diingat bahwa GEOFISIKA adalah metode pendugaan bawah-permukaan secara tak-langsung (indirect methods) sehingga bagaimanapun ada keterbatasannya. Informasi yg jauh lebih akurat hanya dapat diperoleh melalui pemboran atau penggalian yg tentunya jauh lebih mahal. Kuncinya sekarang adalah bagaimana hasil pengukuran di permukaan menggunakan metode geolistrik ini menjadi lebih bermakna lagi dalam arti lebih kuantitatif.

Semoga dapat memberikan pencerahan mengenai apa itu geofisika secara umum, khususnya metode geolistrik meskipun hanya berupa konsep yg sangat mendasar…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!