MT vs. CSAMT

Ada yang berpendapat bahwa metode magnetotellurik (MT) kurang efektif untuk eksplorasi daerah prospek geotermal. Tampaknya hal tsb. didasarkan atas pengalaman kurang menggembirakan ybs. dengan metode MT dalam pengembangan suatu daerah geotermal. Lalu ketika ditanya lebih jauh dia menjawab bahwa CSAMT-lah yang lebih baik dari pada MT. Dia lupa bahwa ada kata MT dalam CSAMT (Controlled-Source Audio-frequency Magnetotellurics). Selain itu kedua metode geofisika itu memiliki target yang sama yaitu untuk memperkirakan distribusi resistivitas bawah-permukaan.

Ada pula kolega senior dalam bidang geotermal yang mengharuskan CSAMT pada setiap survey pendahuluan. Namun dia tidak 100% mengesampingkan MT. Kemungkinan pendapatnya itu didasarkan pada keberhasilan eksplorasi di suatu daerah di masa lampau berkat analisis terhadap pseudo-section CSAMT yang tampak memiliki resolusi spasial yang lebih tinggi.

Selain kesamaan dalam prinsip dasar dan target, MT dan CSAMT masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, sebagaimana diresumekan secara sangat singkat pada gambar di bawah ini.

mt_1

Meskipun perbedaan pendapat itu biasa namun dari pada berdebat, apalagi dengan senior, maka saya berinisiatif menulis makalah pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Asosiasi Panasbumi Indonesia tahun 2012 yang lalu. Makalah tsb. dapat diunduh disini dengan harapan dapat memberikan gambaran tentang MT dan CSAMT secara lebih obyektif sehingga pemilihan untuk aplikasinya dapat disesuaikan dengan target dan kebutuhan.

Makalah PIT API 2012 (PDF)

3 Comments

  1. Djedi Widarto

    Saya sependapat dg pak Grandis bahwa untuk aplikasi tensor CSAMT masih terlalu mahal dilakukan utk keperluan industri di Indonesia. Tetapi, kalau mau sedikit meng-elaborasi inhomogeneity walaupun tidak full 3d, kita bisa gunakan vector CSAMT dg mengukur orthogonal component E dan H, 4-channel system. Tentu ini lebih mahal biayanya dibanding scalar measurement. Saya rasa Phoenix atau Zonge bisa customize vector measurement….. Pada CSAMT, terkait dimensionality, apakah saya tidak dapat ‘memperkirakan’-nya dari nilai ellipticity dan skewness? Saya mendapatkan nilai dua parameter tsb sbg hasil processing data pengukuran tensor CSAMT…. apakah scalar measurement tidak bisa menghasilkan ellipticity dan skewness ya? Tks

    Reply
    1. geofisik@net (Post author)

      Kalau tensor kan ada 4 komponen yg bergantung arah sistem koordinat pengukuran dan rotasinya. Setahu saya ellipticity dan skewness dihitung dari komponen tensor impedansi. Sementara skalar hanya ada satu impedansi.

      Reply
      1. geofisik@net

        Sekedar tambahan. Pengukuran vektor CSAMT dan tensor CSAMT sama saja, yaitu melibatkan 2 sumber medan EM dalam arah x dan y serta perekaman 2 komponen horisontal medan listrik (E) dan magnetik (H). Pengolahan datanyalah yg membedakan apakah kita akan memperoleh vektor atau tensor CSAMT.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!