Polynomial Surface Fitting (bagian 2)

Penerapan polynomial surface fitting pada data gravitasi dg berbagai orde yg berbeda menghasilkan anomali regional dan anomali lokal yg berbeda. Semakin tinggi orde polinom maka semakin mirip bentuk “permukaan” yg dihasilkan (yg merepresentasikan anomali regional) dg data gravitasinya (anomali Bouguer). Dengan demikian diperlukan kriteria dan cara penerapan metode polynomial surface fitting sehingga dihasilkan pola dan magnitudo anomali regional dan anomali residual yg tepat.

Pada eksplorasi daerah prospek geotermal khususnya yg berasosiasi dg daerah volkanik diasumsikan bahwa kondisi regional direpresentasikan oleh daerah sedimen yg berada di sekitar (di luar) daerah volkanik. Oleh karena itu jika polynomial surface fitting diaplikasikan pada data gravitasi dari daerah di luar daerah prospek saja dengan orde rendah (misal orde-1 atau orde-2) maka dihasilkan anomali regional yg dianggap cukup representatif. Dengan demikian pengurangan anomali regional yg diperoleh dg cara tsb. terhadap anomali Bouguer akan menghasilkan anomali residual dg pola dan magnitudo yg tepat.

Aplikasi polynomial surface fitting pada data sintetik yg telah dimuat sebelumnya dapat dilakukan dg mudah menggunakan software SURFER (silakan dicoba sendiri). Beberapa mahasiswa telah melaporkannya melalui FB messenger dan hasilnya sudah benar (tidak ditampilkan disini). Gambar-gambar di bawah ini dihasilkan dari penerapan trend surface analysis orde-1 dg input data yg terdapat pada pinggir (tepi) peta. Tidak terdapat perbedaan yg signifikan antara hasil dari penggunaan semua data dan data yg hanya terdapat di area pinggir peta. Hal ini karena data yg digunakan hanya berupa data sintetik untuk keperluan latihan. Hasilnya bisa sangat berbeda jika datanya adalah data sebenarnya (data lapangan).

TSA_1

TSA_2

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!