Semua peta anomali Bouguer salah!

Banyak diantara kita yang bekerja dalam bidang geofisika masih beranggapan bahwa anomali gravitasi (anomali Bouguer) adalah hasil pengukuran gravitasi yang dikurangi dengan harga gravitasi normal yang merupakan fungsi dari lintang geografi. Mengingat pengukuran gravitasi (pada umumnya) tidak dilakukan pada MSL (mean sea level) sementara g-normal didefinisikan pada MSL, maka hasil pengukuran gravitasi harus dikoreksi atau direduksi sehingga menjadi seolah-olah menjadi gravitasi pengamatan di MSL.

Koreksi-koreksi tsb. salah satunya adalah koreksi udara bebas yang juga sering disebut free-air correction yang didasarkan pada gradien (perubahan) gravitasi terhadap ketinggian. Besarnya adalah 0.3086 mGal/meter. Jika pengukuran dilakukan pada ketinggian h maka koreksi sebesar (0.3086 x h) mGal harus ditambahkan pada hasil pengukuran. Hal ini mengingat posisi MSL lebih dekat ke pusat bumi sebagai penyebab gravitasi.

Selain itu perlu dilakukan koreksi Bouguer untuk memperhitungkan adanya massa diantara MSL dengan tempat pengukuran sebagai sesuatu yang dianggap “berlebih”. Efek gravitasi massa dengan ekstensi tak-hingga dengan ketebalan h adalah (0.04192 x rho x h) mGal yang sering disebut sebagai efek Bouguer slab. Koreksi ini harus dikurangkan terhadap gravitasi pengukuran untuk “membawanya” ke MSL.

Untuk sementara kita lupakan dulu koreksi topografi atau terrain correction. Dengan demikian harga anomali Bouguer adalah seperti yang ditampilkan pada gambar berikut.

grav_1

 

Jika anomali Bouguer dapat merefleksikan adanya anomali rapat massa bawah-permukaan sementara anomali Bouguer sudah dianggap di MSL, lalu bagaimana menjelaskan adanya anomali rapat massa diantara tempat pengukuran (permukaan topografi) dengan MSL? Padahal banyak pengukuran gravitasi dilakukan pada elevasi yang cukup tinggi seperti pada daerah prospek geotermal. Tentu ada yang “salah” dengan hal ini…

6 Comments

  1. edy

    mohon maaf pak, menurut pemahaman kami, koreksi udara bebes tidak berarti memindahkan data observasi ke datum tertentu (misal msl), tapi masih berada di topografi, untuk memindahkan data pengukuran ke bidang datar yang sama kita biasa melakukan reduksi ke bidang datar, spt perumusan yang diberikan oleh dampney. jadi setelah di dapat anomali bouguer spt perumusan bapak diatas, masih perlu direduksi ke bidang datum yang sama, kita bisa menentukan tinggi datum tersebut di ketinggian diatas anomali tertinggi, jadi anomali tetap bisa di deteksi dengan metode gravitasi ini. tks

    Reply
    1. geofisik@net (Post author)

      Pertama perlu dibedakan terlebih dahulu antara koreksi-koreksi gravitasi untuk memperoleh Anomali Bouguer dan “levelling” anomali Bouguer ke suatu bidang datar tertentu, yaitu seperti yg anda maksud salah satunya dg metode Dampney.

      Yg saya maksud adalah masih banyak buku / diktat / TA mahasiswa bahkan dosen (yg mengajarkan ke mahasiswa) yg menggunakan konsep seperti yg saya tulis di atas. Judulnya-pun saya pilih agak provokatif sekedar untuk menarik perhatian. Anda 100% benar, selain itu buku teks yang lebih baru biasanya sudah menggunakan konsep seperti yg anda maksud. Terima kasih.

      Reply
  2. Solehudin

    Pak Grandis YSH. Menurut saya, “kesalahan” tersebut terjadi karena pemilihan datum vertikal. Ketinggian yang dimaksud dalam uraian pak Grandis merupakan datum geoid. Di mana, daerah ekuipotensial gravitasi dianggap berada pada mean sea level. Namun, ada beberapa paper yang lebih memilih menggunakan ketinggian ellipsoid sebagai dalam perhitungan koreksi ketinggian. cmiiw. Suwun

    Reply
  3. geofisik@net (Post author)

    Sebenarnya yg dikoreksi adalah harga g-normal sehingga diperoleh harga gravitasi “teoritik” pada titik pengukuran (permukaan topografi, bukan pada datum). Tambahan dari Pak Edy di atas saya kira cukup jelas. Terima kasih atas komentarnya.

    Reply
  4. Pingback: Anomali Bouguer kita ternyata benar | Geofisika

  5. rina

    pak ada yg ingin saya tanyakan. apakah isi yg ada di peta anomali bouguer dapat langsung digunakan? atau peta anomali tersebut harus diolah terlebih dahulu, setelah itu bisa digunakan? terimakasih atas jawabannya

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!